
Yang Dimaksud Low Budget
melakukan perjalanan dengan sistem low budget inilah yang banyak tidak dimengerti banyak orang, mereka selalu menganggapnya adalah dengan meminta belas kasihan orang dijalan, nebeng sana sini atau numpang tidur di tempat orang.
Pengertian low budget disini adalah kemampuan seseorang dalam memilih sebuah pilihan dengan cermat dan cerdas sebuah contoh anda melakukan perjalanan ke sebuah daerah jika menggunkan bus maka biaya yang di keluarkan adalah Rp.50.000 dengan biaya PP maka total berlipat. sedangkan dengan menggunakan sepedah motor anda hanya perlu mengeluarkan Rp.30.000 sekaligus PP namun anda hanya akan mengalami kelelahan diperjalanan.
seseorang yang memiliki jiwa petualang tidak akan mengeluh jika hanya kelelahan
adalah sebuah resikonya karena yang terpenting adalah kesetabilan dalam pengeluaran budgetnya seminim mungkin.
Memang benar backpacker identik dengan hanya membawa sebuah ransel namun bukan berarti ia tidak memiliki bekal sedikitpun ketahuilah bahwa orang yang jauh lebih hebat merelakan menjual berbagai macam hartanya untuk dijadikn modal perjalanannya, oleh karena itu mereka bukan berarti hanya sekedar modal nekat namun lebih kepada perlunya sebuah rencana yang matang walaupun harus merelakan menjual berbagai macam hartanya.
Di point inilah yang banyak seenaknya berfikir, ingat kau yang ingin melakukan perjalanan kenapa harus orang lain yang menanggung segala kesulitanmu, ya kadang kita sering melihat seorang backpacker menebeng sebuah mobil, numpang tidur.
sesungguhnya seorang backpacer akan menjauhi yang namanya belas kasihan, mereka bukan semata - mata hanya numpang namun sebaliknya mereka menawarkan jasa kemampuan yang dimiliknya sebagai contoh '' mereka menumpang mobil seseorang namun jika si pemilik mobil lelah ia dapat menggantikan sebagai supirnya'' atau ''menumpang tidur namun mereka yang mencuci piring si pemilik rumah'' tentu saja dalam konteks ini tidak dapat dikatakan bahwa seorang backpacker meminta belas kasih, kelihatan seperti orang susah namun disinilah sisi seorang yang memiliki jiwa dengan tekad yang keras terlihat.
Tak Perlu Membawa Uang dan Perlengkapan
Memang benar backpacker identik dengan hanya membawa sebuah ransel namun bukan berarti ia tidak memiliki bekal sedikitpun ketahuilah bahwa orang yang jauh lebih hebat merelakan menjual berbagai macam hartanya untuk dijadikn modal perjalanannya, oleh karena itu mereka bukan berarti hanya sekedar modal nekat namun lebih kepada perlunya sebuah rencana yang matang walaupun harus merelakan menjual berbagai macam hartanya.
Haruskah Meminta Belas Kasih Seseorang
Di point inilah yang banyak seenaknya berfikir, ingat kau yang ingin melakukan perjalanan kenapa harus orang lain yang menanggung segala kesulitanmu, ya kadang kita sering melihat seorang backpacker menebeng sebuah mobil, numpang tidur.
''Hidup bukan hanya sekedar sebuah perjalanan namun juga perjuangan''
sesungguhnya seorang backpacer akan menjauhi yang namanya belas kasihan, mereka bukan semata - mata hanya numpang namun sebaliknya mereka menawarkan jasa kemampuan yang dimiliknya sebagai contoh '' mereka menumpang mobil seseorang namun jika si pemilik mobil lelah ia dapat menggantikan sebagai supirnya'' atau ''menumpang tidur namun mereka yang mencuci piring si pemilik rumah'' tentu saja dalam konteks ini tidak dapat dikatakan bahwa seorang backpacker meminta belas kasih, kelihatan seperti orang susah namun disinilah sisi seorang yang memiliki jiwa dengan tekad yang keras terlihat.
0 komentar:
Post a Comment